Kekasih hati
Bolehkah aku mencintai-Mu?
Hamba yang hina lagi lemah,
banyak dosa dan tak kuat ibadah.
Bolehkah aku mencintai-Mu?
Hamba yang pelupa dan sering lalai,
shalat tak khusyuk,
sedikit sedekah.
Bolehkah aku memanggil-Mu “kekasih hati”?
Mengingat-Mu, hatiku terenyuh,
merasa tak pantas memandang wajah-Mu,
tapi ingin...
ingin, ya Allah.
Wahai Tuhan, kekasih hati,
balaslah cintaku dengan rida dan rahmat-Mu.
Cita-cita tertinggiku melihat-Mu.
Bagaimanakah wajah keagungan dan keindahan pemilik seluruh alam semesta?
Bukankah cita-cita tertinggi memang begitu,
melihat yang dia cintainya?
Bolehkah, ya Allah?
Dari berjuta-juta penghuni surga Firdaus,
mudah bagi-Mu menjadikan aku dan keluargaku berada di situ.
Aku ingin di surga Firdaus,
bukan karena fasilitasnya,
hanya karena ingin melihat-Mu.
Di dunia saja terasa demikian nikmat dan nyamannya hanya
dengan mencintai-Mu,
apalagi di surga.
Ya kan, Rabb?
Tunjukkan jalan itu dengan kelembutan-Mu,
karena aku tidak sekuat wali kesayangan-Mu.
Aku hanya hamba yang mencintai-Mu.
Jangan hilangkan rasa ini selamanya.
Jangan hilangkan iman ini selamanya.
Terima kasih untuk semua kasih sayang-Mu
Parepare, 11 Maret 2026

0 komentar:
Posting Komentar
Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis